Alasan Lion Air juga Laporkan Penumpang yang Buka Pintu Darurat

Pihak maskapai Lion Air bakal melaporkan penumpang yang membuka pintu darurat pesawat dengan nomor penerbangan JT687, saat insiden seorang penumpang bercanda membawa bom terjadi pada Senin (28/5/2018) lalu.

Insiden itu terjadi di Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat (PNK). Pesawat Boeing 737-800NG registrasi PK-LOJ itu seharusnya berangkat pada pukul 18.50 WIB, namun baru bisa diterbangkan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) pada pukul 21.45 WIB.

Pria yang bercanda membawa bom itu kini sudah diproses aparat kepolisian. Namun, tak berhenti di situ, pihak Lion Air juga berniat melaporkan penumpang yang membuka paksa jendela darurat (emergency exit window) bagian sebelah kanan pesawat tersebut.

Direktur Umum PT Lion Air Edward Sirait mengatakan, langkah pihaknya melaporkan penumpang yang membuka paksa pintu darurat itu adalah untuk mencari penjelasan utuh dari peristiwa tersebut, juga untuk mengetahui motivasi penumpang itu membuka pintu darurat.

Agen kasino yang menyediakan berbagai Permainan
Baccarat I Rouletter I Dragon Tiger I Sicbo I Online Slots
Di Tunggu Pendaftaran nya ya 🙂

silahkan add pin bbm kami : D8C88BC6
Terima Kasih

“Kami ingin mendapatkan penjelasan, mencari data dan informasi. Apakah tindakan itu (membuka pintu darurat) murni karena keadaan, artinya karena panik disebabkan adanya isu bom, atau karena yang lain?” ujar Edward Sirait saat dihubungi Warta Kota, Rabu (30/5/2018).

Edward juga menegaskan pihaknya tidak berniat mempidanakan si penumpang tersebut. Lion Air, katanya, hanya ingin mengetahui secara utuh peristiwa itu, sehingga hal serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.

“Terlalu jauh kalau berpikir mau mempidanakan. Kami hanya ingin tahu motivasinya. Kalau memang ternyata benar hanya karena kepanikan, ya sudah, selesai. Ini juga kami lakukan untuk mendapatkan rekomendasi dari kepolisian, apa yang harus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang,” tutur Edward Sirait.

Langkah Lion Air ini, tambah Edward, juga dilakukan sebagai efek jera, agar penumpang pesawat mengikuti instruksi dari awak kabin, meski dalam keadaan darurat apa pun, dan tidak mengambil tindakan sendiri yang justru membahayakan keselamatan semua penumpang.

“Kalau ini kami diamkan, orang akan berani mengulanginya lagi, karena tahu pelaku sebelumnya tidak dapat sanksi apa-apa. Kami serahkan ke polisi untuk penyelidikan. Ini semata-mata untuk perbaikan dan pembelajaran bagi kita semua,” papar Edward.

Baru-baru ini, insiden candaan bom di pesawat kembali terjadi.

Pesawat Lion Air JT 687 di Bandara Internasional Supadio Pontianak terpaksa harus delay, Senin (28/5/2018) sekitar pukul 18.10 WIB.

Delay pesawat tersebut akibat ada satu di antara penumpang yang meneriakkan kata ‘bom’ saat berada dalam pesawat.

Alhasil, hal tersebut membuat geger penumpang lain.

Penumpang keluar dari pintu darurat dan berdiri di sayap sebelah kanan pesawat, karena tak ada tangga untuk turun. Penumpang yang bercanda meneriakan ‘ada bom’ kini dijadikan tersangka dan ditahan polisi.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *