Ketegangan di Semenanjung Korea Sudah Sangat Berbahaya

Ketegangan di semenanjung Korea terutama dengan Korea Utara saat ini sudah sangat berbahaya dan cara paling efektif dengan membuka pembicaraan langsung dengan serius antara kedua kepala negara Amerika Serikat (AS) dengan Korea Utara (Korut).

“Ketegangan di semenanjung Korea saat ini sudah sangat berbahaya dan bukan tidak mungkin setiap saat akan muncul perang di sana,” ujar mantan Menteri Pertahanan AS, William James Perry (89) kepada NHK dalam acara khusus mengenai Korut.

Perry juga menekankan bahwa hal ini pernah dilakukan dulu antara mantan Presiden Carter dengan pemimpin Korut Kim Il-sung, bertemu di Pyongyang tanggal 17 Juni 1997 untuk meminta Korut menghentikan uji coba peluru kendalinya dan diplomasi tersebut dianggap berhasil menenangkan Korut.

“Apabila ketegangan ini tak bisa diredakan akan muncul perang dunia, melibatkan AS, China dan Rusia dan ini sangat berbahaya sekali,” tambah Perry. Oleh karena itu Perry memohon dengan sangat kepada AS agar segera melakukan pendekatan, berbagai upaya jalur diplomasi dilakukan kepada Korut supaya ketegangan di Semenanjung Korea bisa diredam.


IKUTI TERUS INDOLIPUTAN6.COM YANG SELALU MENYEDIAKAN BERITA TERBARU DAN TERPANAS


“Kim Jong-un itu bukan orang bodoh, dia tahu apa yang dia hadapi saat ini. Ratusan ribu orang akan langsung meninggal apabila terjadi perang dan negaranya juga akan hancur bila diserang AS. Namun anak muda ini perlu didekati dengan baik-baik melalui berbagai diplomasi, datangi langsung bicarakan langsung dengannya agar ketegangan bisa mereda,” kata dia.

Diperkirakan sedikitnya 500.000 orang akan tewas terutama di pihak Korut, AS dan Korea Selatan jika pecah perang dengan Korut di masa mendatang.

Upaya diplomasi aktif semua pihak terutama dari pihak AS saat ini sangat dinantikan untuk mendekati Korut supaya ketegangan bisa mereda.

Apalagi situasi siap perang dengan pasukan dan armada utama militer AS sudah terfokus di semenanjung Korea saat ini, baik kapal jelajah kelas Nimitz berkekuatan nuklir USS Ronald Reagan maupun kapal nuklir juga kelas Nimitz USS Carl Vinson.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *