Korban Tewas Miras Oplosan di Bandung Bertambah Lagi Jadi 41 Orang

Hingga pukul 10.30 WIB, Selasa (10/4/2018), jumlah korban meninggal dunia akibat miras oplosan mencapai 41 orang. Total korban miras oplosan di Kabupaten Bandung mencapai 141 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Achmad Kustijadi, menuturkan korban meninggal paling banyak berada di RSUD Cicalengka dengan jumlah 31 orang.

Image and video hosting by TinyPic

Kemudian, di RS AMC sebanyak tujuh orang dan RSUD Majalaya sebanyak tiga orang.

“Total korban miras keseluruhan itu ada 141 orang; 94 orang dibawa ke RSUD Cicalengka, 26 orang di RSUD Majalaya, dan 21 orang di RS AMC,” kata Achmad di RSUD Cicalengka, Selasa (10/4/2018).

Agen kasino yang menyediakan berbagai Permainan
Baccarat I Rouletter I Dragon Tiger I Sicbo I Online Slots
Di Tunggu Pendaftaran nya ya 🙂

silahkan add pin bbm kami : D8C88BC6
Terima Kasih

Mengenai kandungan di dalam miras, Achmad belum bisa memastikan. Pengusutan penyebab keracunan pun berada di ranah kepolisian.

Menurut Achmad, pihaknya juga masih menunggu hasil uji laboratorium. Jika ada kandungan methanol dalam miras, maka perlu pengujian lebih lanjut.

“Pengujian untuk mengetahui kadar methanolnya juga harus ke Jakarta. Di Bandung belum ada,” ucapnya.

Image and video hosting by TinyPic

Jika seseorang mengkonsumsi methanol, lanjutnya, maka 30 jam kemudian akan timbul mual. Efek yang lebih parah akan terasa jika tak ditangani lebih dari 30 jam.

“Kondisinya akan memburuk jika lebih dari 30 jam tak ditangani. Kemungkinan prognisanya lebih buruk. Prognisa yakni kemungkinan dari sakit ke mati lebih besar,” ujarnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *