Malcolm Turnbull Dinilai Tak Mampu Jadi PM Australia

Dua sosok di Australia yang jarang sependapat, yaitu mantan PM Kevin Rudd dan penyiar radio Alan Jones, menemukan kesamaan dalam program Q&A ABC News pekan ini. Mereka sepakat bahwa Partai Liberal tidak akan memenangkan Pemilu berikutnya jika dipimpin Malcolm Turnbull.

Sejak Senin pekan lalu Pemerintahan PM Turnbull memasuki gejolak. Dia mengakui bahwa program broadband NBN Co merupakan “kecelakaan” yang mungkin tidak akan pernah mendatangkan keuntungan.

Image and video hosting by TinyPic

Pada hari Rabunya, Menteri Tenaga Kerja Michaelia Cash mengakui salah satu stafnya membocorkan rencana penggerebekan polisi ke kantor Serikat Buruh Australia.

Lalu pada hari Kamis, PM Turnbull membuyarkan harapan warga Aborigin untuk mengadakan referendum bagi pembentukan badan penasehat yang baru.

Dan pada hari Jumat, Mahkamah Agung (High Court) Australia memutuskan bahwa lima anggota parlemen sebenarnya tidak memenuhi syarat untuk duduk di lembaga tersebut.

Berbagai persoalan ini kemudian diperdebatkan para panelis program Q&A ABC. Mereka terdiri atas editor politik The Australian Financial Review Laura Tingle, Profesor (Emeritus) di Universitas La Trobe Judith Brett, mantan PM Kevin Rudd dan komentator radio Alan Jones . Mereka memperdebatkan apakah Turnbull “tidak mampu menjabat sebagai PM”.

Ketika Jones ditanya apakah PM Turnbull “menghancurkan nilai-nilai Partai Liberal”, dan apakah Tony Abbott (juga dari Partai Liberal) bisa menjadi PM kembali, Alan Jones mengatakan bahwa Pemerintah harus menangani “masalah yang begitu nyata”.

“Harus ada orang yang memiliki nyali dan menyatakan, ‘ada masalah yang begitu nyata’. Kita tidak bisa menang jika orang ini yang memimpin,” kata Jones.

“Lalu siapa yang akan mengangkat tangan? Tergantung partai untuk memutuskan,” lanjutnya.

Jones mengatakan kelemahan Partai Liberal adalah karena meremehkan Pemimpin Oposisi Bill Shorten.

“Shorten bukan slogan, bukan slogan politik semata. Ketika dia datang ke supermarket dan pusat perbelanjaan – atau ke daerah yang dilanda banjir – Bill Shorten bisa nyambung dengan rakyat ini,” katanya.

Sementara Kevin Rudd mengatakan saat berkunjung ke Queensland, dia kaget melihat kemarahan warga terkait program boradband NBN.

Poker I Capsa I BandarQ I Bandarpoker I Sakong Online I Domino99 I AduQ I Tangkas

http://indoliputan6.com/kumpulan-dan-jenis-game-ada-agen-kasino-rajabakarat-com/
Ayo kunjungi Patner Kami di www.rajabakarat.com
Agen kasino yang menyediakan berbagai Permainan
Baccarat I Rouletter I Dragon Tiger I Sicbo I Online Slots
Di Tunggu Pendaftaran nya ya 🙂

silahkan add pin bbm kami : D8C88BC6
Terima Kasih

 

“Saya sangat kaget bagaimana orang di Queensland kecewa dengan Malcolm. Di semua kalangan. Kalangan pengusaha. Para guru. Di sana-sini,” ujarnya.

“Saya belum pernah menemukan hal seperti itu dengan pemimpin konservatif terdahulu. Saya tidak mengerti apa yang telah lakukan sampai dia mendapatkan hal seperti itu,” kata Rudd, yang mantan PM dari Partai Buruh.

“Hal terakhir yang ingin saya sampaikan, jangan remehkan kapasitas mismanajemen NBN yang luar biasa dalam memicu kemarahan rakyat di seluruh negeri di daerah yang tak diperkirakan,” katanya.

Sementara Laura Tingle mengatakan PM Turnbull sangat bagus dalam “memberikan semangat” namun “orang merasa dia tidak memimpin mereka”.

Image and video hosting by TinyPic

Ketika ditanya apakah Partai Liberal bisa memilih Menteri Luar Negeri Julie Bishop sebagai pemimpin mereka, Tingle menilai hal itu tidak mungkin terjadi.

“Semua orang melihat Julie Bishop sebagai Menteri Luar Negeri yang sangat kompeten. Dia piawai dalam hal itu. Namun mereka tidak melihat Julie Bishop sebagai alternatif,” katanya.

“Sebenarnya, dia punya banyak musuh. Maksudnya, saya mengagumi kesuksesannya bertahan selama dia melewati semua perubahan kepemimpinan. Namun dia menciptakan banyak musuh untuk itu,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *