wisata

Negara Ini Terkenal dengan Destinasi Wisata Seksualnya

Wisata

Berwisata ke sebuah negara dan menemui beragam kebudayaan adalah hal yang menyenangkan. Banyak orang melakukan perjalanan wisata atau traveling dengan beragam kegiatan mengasyikan termasuk berbelanja oleh-oleh, kuliner hingga mengamati kultur yang ada.

Alasan seorang turis mengunjungi sebuah negara tak hanya faktor tempat wisata atau makanan khasnya namun juga terdapat alasan spesifik lain, seperti misalnya karena ‘ seksual’ yang hanya ada di negara tersebut.

Image and video hosting by TinyPic

Dalam beberapa kasus banyak negara yang menjadikan permasalahan seksual sebagai daya tarik untuk mendatangkan turis serta pundi-pundi pemasukan.

Terbukti, melansir dari elitereaders, hal itulah yang melandari 5  negara tersebut populer dengan julukan ‘wisata malam’nya.

Sedangkan hukum yang berlaku mengenai legal atau ilegalnya sebuah prostitusi tergantung pada hukum yang melandasi pada negara tersebut.

Berikut ini TribunWow rangkum 10 negara dengan ‘hiburan panasnya’ yang menggoda turis mancanegara untuk datang yang dilansir dari Elitereaders.

Republik Dominika

Tercatat 60 ribu hingga 100 ribu wanita menjadi seorang PSK (Pekerja Seks Komersial). Meski bisnis prostisusi tersebut merupakan hal yang tak dilarang di negara tersebut, tetap saja pekerja wanita yang masih di bawah umur tak diperbolehkan untuk melakoni pekerjaan ini.

Sayangnya walaupun telah diatur undang-undang masih banyak pekerja seks yang dibawah umur.

Kambodia

kambodia (Kamboja) mengatur dengan ketat mengenai undang-undang prostisusi. Namun begitu, negara yang telah populer dengan hiburan malamnya ini tetap melanjutkan bahkan mengembangkan bisnis tersebut. Bisnis seperti ini telah berjalan sejak rezim Khmer Rouge.

Ayo kunjungi Patner Kami di www.rajabakarat.com
Agen kasino yang menyediakan berbagai Permainan
Baccarat I Rouletter I Dragon Tiger I Sicbo I Online Slots
Di Tunggu Pendaftaran nya ya 🙂

silahkan add pin bbm kami : D8C88BC6
Terima Kasih

Miris, hingga kini perdagangan seks di usia dini masih mendominasi prostistusi di Kambodia. Hal ini dikarenakan ‘harga’ tinggi diberikan untuk para wanita yang masih perawan, meski di bawah umur. Lebih mengejutkan, tak sedikit orang tua yang rela menjual anaknya untuk menjadi seorang budak seks.

Bukan hanya dijadikan sebuah bisnis, para pekerja seks Kambodia juga beresiko mengalami kekerasan.

Belanda

Amsterdam menempati urutan pertama sebagai negara dengan tingkat prostitusi yang cukup populer dikalangan masyarakat. Banyak tempat yang menyediakan penari tanpa busana, toko-toko yang menjual beragam peralatan seks.

Hingga pertunjukan yang memperlihatkan para wanita cantik berdiri dengan pakaian terbuka dibalik jendela toko untuk menarik perhatian pengunjung. Legalisasi dan aturan yang baik membuat industri seks di Amsterdam aman dalam melancarkan aksinya.
Kenya

Layaknya Kambodia, kemiskinan dan tingkat pendidikan yang rendah membuat para anak perempuan berusia 12 tahun terjerumus dalam praktek prostitusi. Banyak akibat buruk yang ditimbulkan dari praktik tersebut.

Image and video hosting by TinyPic

Mulai dari penyakit kelamin yang dikarenakan kurangnya informasi mengenai edukasi seks sehingga hanya 60 persen saja para pekerja seks yang mengenakan kondom. Akhirnya penyakit seperti HIV/AIDS sangat tinggi di Kenya. Meski dalam tingkat yang tak lagi aman, pihak Kepolisian Pariwisata Kenya memilih untuk menutup mata bahkan mengembangkan pariwisata seks sebagai pemasukan ekonomi utama di negara tersebut.

Indonesia

Indonesia dikenal sebagai kebudayaan serta tempat wisatanya yang menakjubkan namun tak bisa dipungkiri masih banyak wanita yang menjajakan tubuhnya untuk urusan ekonomi. Sayangnya, Indonesia masuk dalam daftar 10 negara terpopuler dengan ‘wisata malam’nya.

Di Indonesia praktik prostitusi adalah hal tabu dan dilarang. Beragam cara dilakukan untuk menghilangkan praktek terlarang tersebut mulai dari razia hingga pengalokasian wilayah rawan prostitusi.

Namun begitu, j

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *