Pekerja Migran Transfer Duit ke Indonesia Rp 152 Triliun/Tahun

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Nusron Wahid melepas 715 pekerja migran hasil program upskilling. Program ini adalah upaya peningkatan kualitas, kemampuan dan kompetensi para calon pekerja migran asal Indonesia.

Dalam pengarahannya, Nusron mengatakan program ini diperuntukan bagi calon TKI masuk ke sektor pekerja menengah dan atas dengan resiko rendah. Pelatihan diberikan gratis untuk para calon pekerja migran yang diselenggarakan di Satker BNP2TKI di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Bali, Surabaya dan Mataram.

Image and video hosting by TinyPic

“Kita ingin pekerja migran bahagia, pulang keluarganya tidak menangis, duit melimpah dan tidak dicerai suaminya,” kata Nusron Wahid di hadapan para pekerja migran di GOR Maulana Yusuf Serang, Kota Serang, Banten, Kamis (14/12/2017).

Nusron mengatakan, pekerja migran asal Indonesia pada 10-20 tahun lalu 100 persen adalah pekerja rumah tangga. Lewat berbagai program yang dilakukan BNP2TKI, saat ini hanya tinggal sebagian yang bekerja di sektor tersebut.

Ayo kunjungi Patner Kami di www.rajabakarat.com
Agen kasino yang menyediakan berbagai Permainan
Baccarat I Rouletter I Dragon Tiger I Sicbo I Online Slots
Di Tunggu Pendaftaran nya ya 🙂

silahkan add pin bbm kami : D8C88BC6
Terima Kasih

Bahkan remitansi atau transfer oleh pekerja migran asal Indonesia dari luar negeri sekarang mencapai $10,6 miliar. Atau artinya menurut Nusron, itu bisa mencapai Rp 152 triliun. Angka tersebut menurutnya disumbangkan oleh pekerja di level bervariasi mulai dari pelayan kapal pesiar, perawat, koki, tukang gas di bawah laut, hotel, restoran dan sebagainya.

Image and video hosting by TinyPic

Nusron juga berpesan, kepada para calon pekerja migran untuk tidak salah dalam bergaul. Tahun lalu, ada 9 pekerja migran di Hongkong dan Korea yang dipulangkan karena bergaul dengan kelompok terduga teroris. Juga ada 4 pekerja migran yang terjerumus karena masuk ke dalam jaringan narkoba.

“Hati-hati dalam pergaulan, jangan berteman dengan yang menjerumuskan,” katanya.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *