Pengantin Gunakan Makanan Sisa Tamu Puas Makan di Resepsi Pernikahan

Pasangan suami istri James Mainwaring dan Cherie menyelenggarakan pernikahan impian dengan biaya yang tak terlalu mahal. James dan Cherie telah memperhitungkan berbagai hal. Terbukti, para tamu undangan puas dengan pesta pernikahan James dan Cherie. undangan merasa puas dengan berbagai sajian yang disiapkan di pernikahan James dan Cherie.

Kedua mempelai ini menjamu tamu undangan dengan menu super mewah dan nikmat, di antaranya kari bayam, sayur buncis, pie dan ayam, sup sosis kacang, ratatoullie dan juga daging cincang lengkap dengan acarnya. Tak hanya itu, ada pula berbagai olahan keju, ayam panggang, pasta, sayur dan keripik jagung dilengkapi salad khas Meksiko.

Tentunya berbagai sajian tersebut habis dinikmati para tamu undangan, karena selain menarik mereka juga mengaku bahwa makanan yang disajikan enak. Tak lupa, sebagai makanan penutup, disediakan donat yang sudah disusun bak menara donat.

Di balik sajian yang nikmat dan mewah tersebut, para tamu undangan tak tahu bahwa makanan nikmat yang mereka nikmati merupakan makanan yang terbuat dari bahan makanan sisa.

Para penyaji makanan di pernikahan James dan Cherie mengumpulkan berbagai bahan makanan sisa dari supermarket, toko sandwich dan gerai makanan cepat saji yang telah memenuhi standar kesehatan serta keselamatan.

Meski bahan tersebut sisa, namun bahan makanan masih dianggap legal dan layak konsumsi, sehingga biaya makanan di pernikahan James dan Cherie berhasil ditekan. Para penyaji menyimpan bahan makanan yang telah didapatkan dengan cara dibekukan sehingga mereka tetap awet dan layak konsumsi. Per penyajian makanannya, hanya menghabiskan biaya Rp110 ribu. Biaya makanan prasmanan tersebut termasuk biaya katering prasmanan yang memiliki harga di bawah rata-rata.

Cherie mengaku bila ia sengaja tak memberi tahu tamu undangan karena ia yakin, makanan yang disajikan tetap sehat dan juga layak konsumsi berdasarkan proses pemilihan dan juga penyimpanannya. Katering pernikahannya tersebut dibantu oleh Real Junk Food Project (RFJP), badan pengatur makanan junk food yang sehat dan juga nikmat.

Meski merupakan bahan sisa, namun makanan yang disajikan bukan diambil dari tempat sampah seperti yang dipikirkan. Karena RFJP telah memilih dan juga mengambil bahan dari berbagai restoran dengan kualitas dan juga masih berada pada batas maksimal produk aman.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *