Perampok Serang Polisi Pakai Pisau Lihat Apa Yang Terjadi

Sahrial (44) dan Basiruddin (34) adalah dua dari tujuh kawanan perampok yang paling dicari-cari petugas Polres Langkat. Saat beraksi, kedua warga Lingkungan XII, Kampung Nelayan Belawan, Kecamatan Medan Belawan ini menggunakan golok dan pistol mancis. Setelah lama diburon, polisi akhirnya berhasil meringkus pelaku di kediamannya masing-masing.

“Tim lebih dulu mengamankan tersangka Sahrial. Saat dibekuk, tersangka berusaha menyerang anggota dengan senjata tajam,” kata Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP M Firdaus, Selasa (10/7). Lantaran aksi Sahrial membahayakan, polisi yang dipimpin Iptu Zul Iskandar Ginting kemudian menembak kaki tersangka hingga jatuh ke dalam paluh.

“Dari keterangan tersangka Sahrial, tim bergerak mencari tersangka Basiruddin. Ternyata, rumah Basiruddin hanya beberapa meter dari lokasi penangkapan pertama,” ungkap Firdaus.

Khawatir Basiruddin kabur, polisi mengepung rumah kayu milik tersangka. Begitu pintu rumah digedor, tersangka kemudian melompat ke paluh.

“Tersangka kedua ini ternyata sudah tahu akan ditangkap. Namun, anggota yang turun ke lapangan berhasil mengamankan tersangka, dan melumpuhkan kakinya,” kata Firdaus.

Dalam kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa pistol mancis yang digunakan kedua tersangka saat beraksi.

“Peristiwa perampokan ini terjadi pada Rabu (4/7) lalu di areal komplek perkebunan kelapa sawit Dusun Pematang Sentang, Desa Tapak Kuda, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat. Adapun korbannya yakni Kie Chun (43) warga Jalan Rambai Brahrang, Kecamatan Binjai Barat,” terang Firdaus.

Saat kejadian, Kie Chun tengah beristirahat di barak. Para tersangka yang sudah merencanakan aksi perampokan ini masuk lewat jendela, dan mengancam korban dengan parang. Selain itu, para pelaku juga menodongkan senjata api ke sejumlah karyawan yang ada di barak perkebunan itu.

“Kedua tersangka ini perannya berbeda. Ada yang bertugas mengumpulkan karyawan, adapula yang bertugas mengambil uang di dalam barak,” kata Firdaus.

Dalam aksinya, ketujuh pelaku menggasak handphone dan uang tunai berkisar Rp 20 juta. Dari keterangan kedua tersangka, ternyata ada lima pelaku lainnya yang masih kabur. Saat ini, kelima tersangka masih dalam pengejaran.

“Lima pelaku lainnya masih kami buron. Sejauh ini, penyidik telah mengantongi identitas kelimanya,” kata Firdaus.

Ia mengatakan, saat beraksi, kelima tersangka ini kabur dengan perahu mesin. Setelah membagi rata hasil rampokan, masing-masing pelaku melarikan diri ke berbagai tempat.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *