Perjuangan Wanita di Kenya Melawan Tindak Kejahatan Pemerkosaan

Perjuangan Wanita di Kenya Melawan Tindak Kejahatan Pemerkosaan, Seorang pelajar berusia tujuh tahun telah diperkosa dalam perjalanan pulang sekolah satu tahun yang lalu. Pelaku memikatnya dengan menawarkan uang, donat dan camilan. Setelah berhasil membujuk gadis kecil tersebut masuk ke dalam rumahnya, pelaku mengunci pintu, menyumpal, dan mulai memperkosanya.

Pada saat itu, anak yang disebut sebagai Esther mengatakan dia benar-benar ketakutan.

“Dia menutup pintu dan saya tahu bahwa ketika kamu ingin membunuh seseorang kamu harus menutup pintu,” tambahnya.

Image and video hosting by TinyPic

Setahun telah berlalu, Esther masih memikirkan tentang kejadian di hari itu.

“Saya masih sering memikirkannya, itu menakutkan, saya benar-benar marah dan merasa jijik,” ujar Esther. Beruntung pria tersebut ditangkap dan diadili.

Esther beruntung karena dia mendapat bantuan hukum dari kelompok lokal yang didukung ole komunitas ActionAid yang fokus dalam perlindungan wanita korban pemerkosaan.

Agen kasino yang menyediakan berbagai Permainan
Baccarat I Rouletter I Dragon Tiger I Sicbo I Online Slots
Di Tunggu Pendaftaran nya ya 🙂

silahkan add pin bbm kami : D8C88BC6
Terima Kasih

“Mereka membantu saya mendapatkan hak saya, bahkan di pengadilan mereka ada di pihak saya, hal itu membuat proses pengadilan lebih mudah karena mereka membela saya,” kata Esther.

Seorang fasilitator bernama Joyce juga korban pemerkosaan saat dia masih remaja.Bahkan Joyce sampai hamil dan dipaksa menikah dengan pemerkosanya. Dari peristiwa yang dia alamu, Joyce bergabung dengan ActionAid untuk mengembalikan semangat dan menyampaikan pesan kepada korban bahwa pemerkosaan bukanlah akhir dari kehidupan.

Image and video hosting by TinyPic

Sedangkan untuk Esther, Joyce memberinya kepercayaan diri yang harus dimiliki seorang anak berusia tujuh tahun. Berkat karya Joyce, Jaringan Wanita Sauti, dan ActionAid, Esther kembali ke sekolah dan menikmati pelajaran favoritnya, sains.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *