Sebelum Adiknya Meninggal Diduga Akibat Peluru Nyasar Ini Firasat yang Dirasakan


Abner Layraga (44) tak mengira adiknya, Marthen menjadi korban tewas diduga akibat peluru nyasar yang bersarang di kepala bagian kirinya. Namun, sebelum peristiwa naas yang merengut nyawa adiknya tersebut terjadi, pada Senin (9/7/2018) pukul 09.30 WIB, ia mengaku sudah memiliki firasat tidak enak sebelumnya.

“Saat hari kejadian, feeling saya sudah ada sebenarnya, biasanya setiap pagi selalu semangat berangkat kerja, tapi kemarin rasanya enggak enak badan, malas berangkat,” ucapnya saat ditemui TribunJakarta.com, Selasa (10/7/2018). Abner menerangkan, saat itu ia tidak dapat berkonsentrasi dan merasa sangat gelisah.

“Waktu itu pikiran sudah tidak karuhan, tapi saya sama sekali tidak terbayang sosok adik saya itu,” ujarnya di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kemudian, sekira pukul 10.00 WIB, ia mendapat kabar bahwa Marthen adiknya tengah dirawat di RS Fatmawati akibat pingsan saat bekerja.

“Berita awalnya katanya pingsan saat sedang kerja, saya kira hanya kelelahan karena sebelumnya dia baru pulang dari Surabaya,” kata dia.

Ia pun baru mengetahui kondisi adik kandungnya yang sebenarnya saat tiba di RS Fatmawati.

“Sempat koma beberapa jam di rumah sakit, tapi Tuhan berkehendak lain, pukul 02.00 WIB dia menghadap Tuhan,” ujarnya.

Kepergian Marthen yang mendadak meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, terlebih ia meninggalkan satu orang istri dan dua orang anaknya yang masih kecil.

Saat ini, Marthen disemanyamkam di kediamannya yang terletak di Perumahan Pesona Laguna, Tapos, Depok, Jawa Barat dan pemakamannya direncakan pada hari Kamis (12/7/2018) esok.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria bernama Marthen tewas diduga terkena peluru nyasar di Jalan Tol Jorr dari arah Pasar Rebo menuju Lebak Bulus tepat di depan proyek pembangunan Apartemen Izzara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Diketahui, saat itu korban berada di kursi depan sebelah kiri, sementara rekannya sedang mengendarai mobil yang bermuatan bangku bioskop menuju daerah Karawaci.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *