Sopir Angkot Ancam Bawa Anak Istri ke Kantor Dishub Kaltim

Angkot

Ratusan sopir angkutan kota (angkot) yang tergabung dalam Orgatrans Kaltim masih terus melakukan aksi mogok. Tercatat, hari ini (7/3) merupakan hari kedua sopir melakukan aksi mogok, dengan berkumpul di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim.

Bahkan, sejak kemarin (6/3) malam, sopir beserta angkotnya telah menginap di kantor Dishub Kaltim. Aksi tersebut pun akan terus dilakukan hingga tuntutan mereka dikabulkan, yakni ditutupnya aplikasi transportasi online.

“Tadi malam anggota yang lain nginap di sini, dan kalau hari ini tuntutan kita tidak dipenuhi, kami akan bawa anak istri, kalau perlu masak di kantor ini (Dishub),” ucap Ketua Orgatrans Kaltim, Kamariono, Rabu (7/3/2018).

Image and video hosting by TinyPic

Dan, pagi ini telah terjadi dialog antara massa aksi dengan jajaran Pemprov Kaltim, diantaranya Ass 1 Pemprov Kaltim, Dishub Kaltim, hingga Satpol PP Kaltim.

“Tidak apa apa kita tidak angkut penumpang dulu, karena sama saja hasilnya, kalau pun kita kerja tidak ada penghasilan. Kami akan bertahan dulu sampai ada hasil yang positif,” tegasnya.

Bahkan, massa aksi merencanakan akan pindah lokasi demo ke kantor gubernur Kaltim.

Ayo kunjungi Patner Kami di www.rajabakarat.com
Agen kasino yang menyediakan berbagai Permainan
Baccarat I Rouletter I Dragon Tiger I Sicbo I Online Slots
Di Tunggu Pendaftaran nya ya 🙂

silahkan add pin bbm kami : D8C88BC6
Terima Kasih

“Kita pastikan semua sopir turut serta dalam aksi ini, nanti akan ada yang sweaping kalau ada yang angkut penumpang,” tutupnya. Ratusan sopir tergabung dalam Orgatrans Kaltim kembali menggelar aksi demonstrasi.

Aksi tersebut dilakukan dengan long march dari jalan Slamet Riyadi menggunakan angkot menuju kantor DPRD Samarinda, jalan Basuki Rahmat, dan dilanjutkan ke kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, jalan Kesuma Bangsa.

Selain itu, diperjalanan menuju lokasi aksi, yang masih mengangkut penumpang, langsung diminta untuk menurunkan penumpangnya.

Bahkan, massa aksi sepakat untuk tetap memarkirkan kendaraanya di kantor Dishub, hingga tuntutan mereka, yakni penutupan aplikasi transportasi online dikabulkan pemerintah.

Dari pantauan di kantor Dishub Kaltim, sekitar pukul 15.15 Wita, Selasa (6/3) siang tadi, tampak sopir beserta masih berada di sekitar kantor Dishub, termasuk di pinggir jalan raya, hingga di gor Segiri.

Image and video hosting by TinyPic

“Sampai aspirasi kami dan tuntutan kami dikabulkan, yakni menutup aplikasi transportasi online,” Ucap Ketua Orgatrans Kaltim, Kamariono, Selasa (6/3/2018).

Tak hanya itu, pihaknya juga menuntut agar Mentri Pehubungan dan Mentri Kominfo segera dicopot dari jabatanya, karena dianggap gagal menyelesaikan persoalan konflik transportasi online, dengan transportasi konvensional.

“Dua Mentri yang berkaitan dengan hal ini kami minta dicopot, karena tidak becus memimpin dan menyelesaikan masalag ini,” tegasnya.

“Dengarkanlah suara rakyat kecil, dengan adanya transportasi online ini, anggota kami sopir kelaparan,” tambahnya.

Dia menilai, aksi ini merupakan yang ke lima kalinya dilakukan, namun tidak ada tindakan tegas dari pemerintah. Sementara itu, terkait dengan penumpang yang terbengkalai, Kamariyono menilai hal itu merupakan tanggung jawab pemerintah.

“Penumpang ya tanggung jawab pemerintah. Intinya kita minta aplikasi ditutup, supaya Kaltim kondusif, tidak ada lagi gesekan,” tutupnya. (

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *