Ternyata Ada di Indonesia Pulau Ini tanpa Polusi dan Polisi

Pulau tanpa polusi dan polisi. Demikian ucapan guiding yang merupakan seorang pria berusia sekitar 50-an tahun mengusik pikiran saya. Ia terus berbicara tentang keindahan Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang secara geografis sebenarnya bertetangga dengan destinasi wisata legenda Pulau Dewata, Bali.

“Pagi ini kita akan menuju Gili Trawangan, pulau tanpa kendaraan. Bebas polusi dan polisi,” demikian ucapan pria tadi, yang merupakan guiding rombongan Media Gathering Telkomsel 2018.

Air laut berwarna biru langit menyambut kami saat turun dari speed boats. Kebetulan, saat sampai di sini rombongan Media Gathering menginap di Hotel Vila Ombak, yang menyediakan dermaga kecil.

“Selamat datang di Gili Trawangan. Ini adalah salah satu gili yang ada di Lombok. Selain Trawangan, ada dua gili lagi, yakni Gili Air dan Gili Meno. Gili dalam bahasa lokal bermakna pulau,” ucap guiding.

Darinya Tribun mendapatkan informasi bahwa dari tiga gili, Trawangan adalah yang paling indah. Maka tak heran banyak wisatawan asing berkunjung ke sini.

Image and video hosting by TinyPic

Meski masih didominasi wisatawan domestik, pelancong asal Australia, Inggris, India, Eropa, Tiongkok, Singapura, Malaysia dan lain-lain, ramai berlibur di sini.

Gili Trawangan sebenarnya tak begitu luas. Jika dikalibrasi dengan Medan, Trawangan sekitar satu kecamatan saja. Namun soal fasilitas tak perlu diragukan. Semua ada di sini.

“Perlahan-lahan Gili Trawangan menjadi destinasi favorit dunia. Untuk mengimbanginnya pemerintah daerah telah melengkapi sejumlah fasilitas, semisal anjungan tunai mandiri (ATM) berbagai bank termasuk money changer,” ujar seorang pekerja hotel saat berbincang-bincang dengan Tribun.

Baccarat I Rouletter I Dragon Tiger I Sicbo I Online Slots
Di Tunggu Pendaftaran nya ya 🙂

silahkan add pin bbm kami : D8C88BC6
Terima Kasih

Selain fasilitas untuk persoalan uang, masyarakat lokal termasuk pemerintah pun sepertinya satu suara, yakni memahami apa yang dibutuhkan turis. Maka jangan heran di sepanjang tepi laut berjajar hotel, vila, cottage serta kafe-kafe yang disulap bak surga dunia memanjakan siapa saja yang berkunjung.

Seperti yang disebutkan pemandu kami tadi, Anda tak akan pernah menemukan sebiji pun kendaraan bermotor di sini.

Kendaraan utama di sini adalah sepeda dan cidomo (sado). Sebagai saran, untuk menikmati keindahan pulau ini alangkah baiknya berjalan kaki atau bersepeda sore.

Untuk yang asli warga Indonesia, terutama yang tinggal di kawasan tropis, menikmati Gili Trawangan kurang asyik di siang hari.

Cuaca panas menyengat khas kawasan perairan tak cocok untuk Anda. Maka, sebagai saran menikmati pulau ini lebih nikmat pada sore hari. Di penghujung petang, pelancong dari Asia, termasuk domestik banyak menyewa sepeda untuk mengelilingi pulau ini.

Tak sedikit pula pelancong berjalan kaki, melihat-lihat suasana pantai, berfoto pada banyak spot menarik, di mana yang terkhas adalah ayunanan di karang pantai dan berbelanja suvenir.

Image and video hosting by TinyPic

Selain pakaian; kaus dan kemeja yang bergambar atau bertuliskan “Lombok” atau “Gili Trawangan”, sovenir paling banyak dijajakan dan diburu di sini adalah gelang, kalung dan giwang dari bebatuan.

Hal ini tak heran karena Lombok adalah salah satu daerah penghasil mutiara terbaik di dunia.

Selain itu, Gunung Rinjani yang menjadi gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia, bebatuannya banyak disulap masyarakat sekitar untuk dibuat gelang, kalung dan hiasan giwang.

Jika Anda berminat membelinya, hampir di seluruh Lombok sebenarnya terdapat penjual suvenir ini. Dari toko hingga pengecer banyak menjajakan suvenir bebatuan khas lombok.

Ayunan khas asal Gilir Trawangan yang berada di karang-karang pantai
Ayunan khas asal Gili Trawangan yang berada di karang-karang pantai (TRIBUN MEDAN)
“Lombok termasuk penghasil mutiara terbaik di Indonesia selain Papua. Lokasi budidaya mutiara yang terkenal di daerah Sekarbela, Kecamatan Ampenan, Mataram. Mutiara paling bagus berwarna kuning dan gold. Itu biasanya dijual per gram dan harganya tergantung dari besar mutiaranya,” celetuk guiding kami.

Selain mutiara air laut yang paling laris di sini adalah mutiara air tawar, yang banyak dijual oleh warga lokal.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *