Tinggal Di Bandara Malaysia 6 Bulan Karena Di Ingin Bergabung Dengan ARMY

Tinggal Di Bandara Malaysia 6 Bulan Karena Di Ingin Bergabung Dengan ARMY
Tinggal Di Bandara Malaysia 6 Bulan Karena Di Ingin Bergabung Dengan ARMY

 

Seorang pria asal Suriah sudah tinggal di bandara Malaysia selama 6 bulan tanpa dapat pergi kemanapun. Ia hanya tidur beralaskan kasur tipis dan makan makanan pesawat saja. Dari video satu menit seorang travel Vlogger, Nas Daily, pria asal Suriah tersebut adalah Hassan Kontar.

Hassan Kontar bukan berada dalam posisi tersebut karena ia mau, namun keadaan memaksanya. Sebelumnya Hassan memiliki hidup yang baik dan bekerja sebagai marketing executive di Uni Emirat Arab. Ia memiliki pekerjaan yang layak, apartemen yang bagus, dan hidup yang nyaman. Namun tiba-tiba meledak sebuah perang di Suriah.

Hassan pun dipanggil untuk pulang ikut perang melawan musuh Suriah. Tapi Hassan Kontar menolak ajakan tersebut karena Hassan tidak menyukai peperangan. Ia tidak percaya bahwa perang dapat menyelesaikan masalah sehingga ia tidak mau terlibat di dalamnya.

Cara Daftar Menjadi Member Judi Online SenangDomino
Cara Daftar Menjadi Member Judi Online SenangDomino

 

“Karena aku tidak mau membunuh wargaku, dan orang-orang tak bersalah,” ujarnya.

Hidup Hassan di UEA masih baik-baik saja hingga paspornya kadaluarsa dan masa tinggalnya habis. Ketika Hassan akan mengajukan permohonan perpanjangan paspor, Suriah menolaknya. Penolakan tersebut membuat paspor Hassan tidak memiliki izin tinggal yang legal di UEA. Hassan pun kehilangan pekerjaannya, dan tinggal melebihi batas waktu yang diperbolehkan.

Sehingga ia pun berakhir di kamp tahanan selama satu malam lantaran dianggap sebagai imigran ilegal. Hidup Hassan Kontar pun langsung berubah 180 derajat. Setelah melalui proses legalisasi yang panjang, Hassan berakhir di bandara Malaysia. Namun karena paspornya mati, maka ia hanya dapat masuk ke bandara Malaysia, namun tak masuk ke negara tersebut.

Ia naik pesawat dari Suriah, tiba di bandara Malaysia, lalu terpaksa tinggal di sana. Hassan tak bisa masuk masuk ke negara Malaysia, maupun meninggalkan bandara tersebut untuk pergi ke negara lain. Jadilah ia hidup di sebuah sudut bandara di terminal 2, di belakang eskalator. Hidup pun tidak mudah untuk Hassan karena ia tidak merasakan udara segar selama 180 hari.

Ia hanya ‘mandi’ dengan mencuci sebagian badan saja menggunakan air dingin dari wastafel di kamar mandi khusus difable. Hassan hanya makan makanan bandara saja 3 kali dalam sehari.

“Aku sudah bosan dengan itu. Makanan itu semuanya sama, setiap hari.”

Ia juga harus menghabiskan 24 jamnya terjebak dan kesepian di sudut bandara itu.

“Setiap harinya terasa lebih berat dari sebelumnya.”

Hassan hanya punya dua pilihan, kembali ke Suriah dan dijebloskan ke penjara tak tahu kapan bebas, atau terjebak di bandara. Hassan pun memilih pilihan kedua. Ada secercah harapan untuk Hassan Kontar untuk tinggal di Kanada. Sekelompok relawan Kanada sedang berjuang membantu Hassan mendapatkan izin tinggal sebagai pengungsi di Kanada. Para relawan mencarikannya pekerjaan yang baik dan tempat tinggal yang layak, bahkan memiliki sponsor.

Dalam fase pendaftaran pertama, permohonan tersebut pun diterima. Ia hanya harus menunggu diterimanya fase kedua permohonan. Namun sayangnya, permohonan tersebut harus menunggu selama 26 bulan kedepan. Menunggu selama 26 bulan adalah pilihan terbaik baginya saat ini. Selama enam bulan ia terjebak, Hassan sudah melewatkan pemakaman ayahnya, dan pernikahan saudaranya.

Hassan hanyalah satu dari ribuan orang yang harus menderita lantaran tak mau ikut perang. Bagi Hassan, ia akan tetap mempertahankan keyakinannya tersebut.

“Hidup adalah tentang mempertahankan kepercayaan.”

Walaupun menikah dengan warga negara lain dapat membebaskan Hassan dari masalah tersebut, Hassan menolak. Hassan tidak mau menikahi wanita hanya karena ia ingin kebebasan atau status kewarganegaraan. Ia juga tidak mau menerima uang secara cuma-cuma. Hassan kini hanya ingin menunggu kebebasannya dari pemerintah Kanada.

Melalui videonya tersebut, Nas ingin lebih banyak orang yang sadar bahwa Hassan ada di tempat tersebut. Ia meminta bantuan kepada pihak manapun yang dapat memberikan kebebasan untuk Hassan Kontar.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *